How To Be A Perfect

workout couple

kali repetisi. Okay! ” Ucap coach.

Intan menghadap Relvin,

”Lo kuat enggak, kalau enggak, enggak usah. ”

”Naik. ” Ucap Relvin. Intan naik dengan tangan yang melingkar di leher Relvin. Wajah mereka bertemu, sama seperti tadi Relvin ingin mencuri satu kecupan tapi Intan memalingkan wajah terlebih dulu.

”Sok jual mahal. ” Kata Relvin.

”Ehmm. ” Geram rendah Relvin.

”Kenapa Lo? ” Tanya Intan.

”Lo sengaja godain gue kan, pas banget si belahannya di itu gue. ” Kata Relvin. Tersadar, pantas saja Intan merasa tidak beres dengan bawahnya, ternyata belahan persik ya tepat di pisang milik Relvin.

”Gue mau naik lagi. ” Kata Intan, tanpa persetujuan Relvin, bertumpu pada bahu Relvin Intan mengangkat tubuhnya, jadi pantatnya sekarang diperut Relvin tapi dadanya tepat diwajah Relvin.

”Waow. ” Puji Relvin.

”Jangan macam-macam. ” Ucap Intan, namun tak peduli dengan ancaman Intan, Relvin justru meletakkan kepalanya disana. Selesai sit up, Intan dibanting ke sofa begitu saja, workout couple hari ini tidak banyak yang ikut. Relvin naik ke atas tubuh Intan.

”Lo mau apa? ” Tanya Intan takut-takut.

”One more night. ” Bisik Relvin ditelinga Intan.

”Entar gue kasih tahu alamat apartemen gue. ” Sambung Levin

”Siapa juga yang bakal kesana, ogah. ” Tegas Intan. Relvin hanya melirik Intan kemudian bangkit, pinggang Intan terasa sedikit sakit karena bantingan dari Relvin tadi.

”Hey Ndut. ” Panggil Vita.

”Intim banget Lo sama Relvin. ”kata Vita.

”Intim apa, dia dirty mind. ” Kata Intan.

Vita mengusap bagian sensitif Intan, tapi Lo basah.

”Ih apaan sih Lo, kalau ada yang lihat gimana? ” Tanya Intan.

”Toh sama-sama cewek ini. ” Kata Vita.

”Sama aja sih. ”

”Dah lah gue mau mandi dulu. ” Sambung Intan

”Ngapain mandi, kan bentar lagi zumba. ” Ingat Vita.

”Oh iya ya hehe lupa. ” Kata Intan.

”Lupa mulu lo. ” Sahut Vita yang sudah berdiri disana. Intan bangkit dan pindah disisi Kak Putera, mengambil sebuah pisang membukanya dan memasukan ke mulutnya tapi dengan gerakan maju mundur. Kak Putera melirik dan merasa ngilu,

”Langsung dimakan napa jangan dimainin. ” Kata Kak Putera. Mendengar itu Intan menggigitnya dan mengunyahnya, membuat Putera semakin ngilu.

”Dasar Lo godain doang kenceng, giliran diajak ke ranjang beneran sok jual mahal. ” Kesal Putera.

”Hehe cari yang tepat dulu baru tak kasih. ” Jelas Intan dengan nda menggodanya.

”Tidur sama gue dulu baru sama jodoh Lo. ” Kata Putera sambil mengelus paha Intan.

”Emang Kakak berani sama mantanku itu? ” Tanya Intan.

”Wooo iya jelas enggak lah. ” Jawab Putera cepat. Intan terkekeh mendengarnya, salah satu yang menyenangkan, meski dia sudah putus dengan mantan kekasih yang psiko itu. Tapi rumor mantan kekasihnya masih disekitarnya membuat orang berfikir dua kali untuk mendekati Intan.

”Dasar pengecut. ” Kata Intan.

”Sama gue ayok, gue bakal tanggung jawab. ” Ucap Relvin yang entah sejak kapan duduk disebelah Intan dengan mantel mandinya. Terlihat sangat menggoda dengan rambut yang basah itu.

”Cepat amat mandinya? ” Tanya Intan.

”Iyalah ngapain lama-lama di kamar mandi. ” Ucap Relvin dengan meminum milk shake nya.

”Sejam aja yok, ” ajak Putera.

”Bertiga ” Sambung Putera. Mana mau Intan melakukan ertiga, yang satu pisang aja bum tentu masuk lah ini mau dimasukin dua pisang sekaligus. Intan enggak bisa membayangkannya lagi. Relvin mengelus paha dalam Intan, Intan berdiri menuju Cece Lisa karena sudah tidak nyaman.

点击屏幕以使用高级工具 提示:您可以使用左右键盘键在章节之间浏览。

You'll Also Like