pak matanya. Menunggu kurang lebih duapuluh menit. Selesai dengan itu, Intan mandi dan setelah selesai mandi Intan membuat menu makan siangnya. Cukup simple, Intan hanya membuat tumis buncis dan telor dadar. Mengambil tiga sendok makan nasi kemudian ditaruh dipiringnya, mengambil tumis buncis setengah piringnya dan terakhir satu telor dadar. Rasanya aneh karena nasinya sedikit, tapi pas makan entah kenapa nasinya terasa banyak, meski tadi Intan hanya mengambil tiga sendok nasi saja. Selesai makan Intan mencuci piring dan gelas bekas dia makan. Merasa gabut kembali Intan memilih untuk melakukan butt bridge. Melakukan itu selama satu menit diulang lima kali. Terasa begitu enteng tubuh jika dibawa berolahraga.

Intan merasa sangat bosan, tapi keluar rumah saja rasanya tidak mungkin, siapa yang akan menjaga rumah jika Intan pergi, kemudian Intan memilih untuk membuat ide cerita saja untuk nanti di pos di aplikasi menulis yang menghasilkan uang. Lumayan buat beli pulsa kalau kata Intan, dan jajan seblak. Intan mendapat notifikasi grup,

Kak Christ : Ayo kumpul di rumah Baba Minhyuk

Argo : Gas! Kita dirumah, emang Lo ke kota P kah?

Kak Christ: Iya ini bareng bini

Adam : asik, gue otw besok deh.

Chandra : ayok guys kumpul

Kak Putera : ayo Ndut ikut

Intan : iya enggak tahu nanti deh.

Kak Kevin : sekali-sekali Ndut, yah mau yah

Intan : lihat nanti aja Kak. Kalau bisa aku ya kesana.

Mama Mira : Ayo dong kerumah Ntan, Mama kangen sama kamu

Baba Minhyuk : Iya baba juga kangen sama istri kedua baba

Wahyu : dih, enggak mau punya mama tiri.

Intan : oh iya Baba aku juga kangen, kangen kalian semua juga.

Dirga : makanya ayo kumpul bareng, kamu kalau diajak kumpul susah banget sih.

Marchel : wkwk, namanya juga anak rumahan.

Intan : tuh Kak Marchel aja tahu.

Angga : gue jemput deh

Intan : enggak usah, kan udah bisa naik motor sendiri.

Baba Minhyuk : iya udah hati-hati kalau gitu

Naurel : Iya Ndut, enggak usah sok bawa kecepatan penuh.

Intan : yang ada aku bakal terbang kalau begitu.

Fendi : aku jemput kamu deh besok, terus kesana bareng ya

Samuel : akus bener ya nih atas gue

Ken : mau jadi tukang gombal kali.

Intan : hehe Kak Fendi bisa aja, enggak usah Kak aku bisa datang sendiri kok.

Kak Christ : benera datang ya Ndut awas kalau enggak.

Argo : iya kita kempesin aja kaya ban

Intan : ish jahat amat sih.

Intan menutup aplikasi chat itu, semua kakaknya yang merupakan Kakak ketemu gede akan datang ke kotanya lebih tepatnya kerumah Baba Minhyuk ayah dari mantanku yang psiko itu, meskipun aku dan Alif sudah putus, tapi aku, Argo dan Angga masih berteman dekat dan kadang melempar candaan kalau lagi gabut, meski keduanya sudah menikah dan sudah punya anak. Tapi Angga bercerai, dan anaknya ikut ibu mereka. Sedangkan Argo sudah punya tiga anak bersama Vita. Anak mereka cukup aktif dan tak butuh terus diperhatikan, yang ada nanti mereka bakal ngambek sendiri. Yang pertama namanya Eva, yang kedua Abid, mereka berdua kembar tak seiras, dan yang ketiga adalah farel. Jarak usia farel dengan si kembar hanya dua tahun. Intan sendiri cukup dekat dengan dua bayi itu, bagi Intan mereka itu imut dan lucu. Bayi-bayi lucu yang menggemaskan, dan suka membuat Intan rasanya ingin menggigit kedua pipi mereka.

点击屏幕以使用高级工具 提示:您可以使用左右键盘键在章节之间浏览。

You'll Also Like